(1 Mei 2018)
Bicara tetang acara ini harus dimulai dengan Kulidan Kitchen, lokasi berlangsungnya acara. Kulidan memiliki sebuah halaman yang luas dan sebuah gedung dengan dua lantai.
Perempuan mahima sebagai kelompok teater yang malam itu mementaskan naskah berjudul “Malala” kemudian membagi ketiga ruang tersebut dengan 3 buah monolog yang (sebenarnya bisa) berdiri sendiri sekaligus mewakili tiga masa dan ketika dirangkai menjadi sebuah pementasan utuh.
Sebuah pementasan yang menggambarkan kepekaan dalam memanfaatkan ruang untuk membangun sebuah cerita. Cerita Malala yang dipentaskan malam itu menjadi menarik ketika bagaimana konteks Malala diterjemahkan oleh Perempuan Mahima (yag berlatar belakang pendidik) dan ditarik kedalam konteks perempuan Bali dengan segala tantangannya hari ini.
Sebuah cerita reflektif, mungkin itu yang bisa menggambarkan acara malam itu.
Berikut video penampilan mereka:

