Hidup adalah restoran yang sangat besar dengan sajian banyak menu. Ada yang bisa memilih menu yang diinginkan. Ada yang memang dipilihkan. Namun ada juga yang tidk punya pilihan.
Maka mari datang. Merasakan tiga menu masa depan yang disajikan oleh tiga perempuan. Sambil menerka-nerka dalam hati, “menu apa yang tersaji untuk saya?”
Pementasan Monolog “Menu Masa Depan”
oleh Komunitas Mahima X Guntur Corner
Jumat, 29 Juni 2018
Jl. Buluh Indah, Denpasar-Bali
Team Produksi:
Pimpro: Desi Nurani
Sutradara: Wulan Saraswati
Naskah: Putri Adityarini & Mirah Aryani
Pemain: Devy Gita, Ernawati & Putri Puspita
Artistik/poster: Virginia H.
Ilustrasi Musik: Akar Narwastu & Candra Puspita
Video Ilustrasi: Dea Chessa & Rina Wijayanti
Publikasi: Candra Puspita & Devy Gita
Logistik: Ernawati & Putri Puspita
Video: //ra
I Ni Ar(t)chive 2021
Tulisan pengantar diambil dari unggahan poster di akun Instagram @komunitasmahima
(1 Mei 2018)
Bicara tetang acara ini harus dimulai dengan Kulidan Kitchen, lokasi berlangsungnya acara. Kulidan memiliki sebuah halaman yang luas dan sebuah gedung dengan dua lantai.
Perempuan mahima sebagai kelompok teater yang malam itu mementaskan naskah berjudul “Malala” kemudian membagi ketiga ruang tersebut dengan 3 buah monolog yang (sebenarnya bisa) berdiri sendiri sekaligus mewakili tiga masa dan ketika dirangkai menjadi sebuah pementasan utuh.
Sebuah pementasan yang menggambarkan kepekaan dalam memanfaatkan ruang untuk membangun sebuah cerita. Cerita Malala yang dipentaskan malam itu menjadi menarik ketika bagaimana konteks Malala diterjemahkan oleh Perempuan Mahima (yag berlatar belakang pendidik) dan ditarik kedalam konteks perempuan Bali dengan segala tantangannya hari ini.
Sebuah cerita reflektif, mungkin itu yang bisa menggambarkan acara malam itu.
Berikut video penampilan mereka: