Sebuah pameran seni telah diselenggarakan oleh kawan-kawan "Street Conection" pada tanggal 11 Juni sampai 18 Juni 2021, bertempat di Parigata Alternative Space, jl. Farigata, no. 13, Dauh Peken - Tabanan.

Pameran yang berlangsung selama seminggu ini merupakan sebuah pameran kelompok yang diikuti oleh 32 seniman, masing-masing seniman membawa satu buah karya seni dengan kanvas sebagai media utama, dengan tujuan untuk membangun koneksi antara sesama seniman, komunitas dan individu. Selain itu pameran ini juga membuka donasi yang ditujukan kepada salah satu ruang belajar didaerah Mambang, Selemadeg Timur yaitu Ruang Baca Kreatifitas Mambang.

Pameran dibuka pada tanggal 11 Juni 2021 dengan agenda hari pertama yaitu; bincang santai bersama seniman, kemudian akustik yang diisi oleh Lentera, Pandu Sukma, Badik Tilu dan Lizen, dan teatrikal puisi yang diisi oleh Devy Gita. Acara dibuka mulai pukul 16.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Selain bincang santai dan akustik, ada juga tattoo colabs oleh Gede Rian, Erik Surya dan Agus Wijaya. Tentu pengunjung dihari pertama sebagai pembukaan pameran ini membludak luar biasa ramainya.

Pameran masih berlanjut di hari-hari berikutnya, guna memaksimalkan acara pameran, beberapa kegiatan pun dilakukan seperti dihari ke-2 pameran yaitu 12 Juni 2021 diisi dengan workshop "Paint & Drawing on Textile" yang diisi oleh Setiadi Nolep. Workshop kali ini menggunakan limbah tekstil (pakaian layak pakai) sebagai media, yang direspon oleh peserta workshop dengan cat lukis yang telah disediakan oleh pengisi workshop. Ada yang menggunakan topi sebagai media, baju bahkan hingga sepatu.

Dan hari ke-4, Senin 14 Juni diadakan nonton bareng film "Indonesia Merdeka" dan diskusi yang diisi oleh Made Argawa sebagai moderator dan I Gede Kamajaya sebagai pemantik diskusi, dengan tema "Soekarno Pacsa Kolonialisme". Acara berlangsung sangat intim, ditemani gorengan dan kopi.

Di hari ke-5, Selasa 15 Juni agenda masih sama, yaitu diisi dengan nonton bareng film "KPK EndGame" garapan watchdoc. Film ini menjadi salah satu pilihan agenda pameran dengan tujuan mengangkat isu upaya pelemahan KPK oleh pemerintah.

Selanjutnya, di hari ke-6, Kamis 17 Juni diisi dengan bincang santai "Tiba-tiba Bicara Arsip", yaitu bincang-bincang seputaran upaya pengarsipan bersama I Ni Ar(t)chive, yaitu bagaimana upaya kita mengarsipkan/membuat dokumentasi suatu hal baik itu karya seni, musik dan yang lain dalam bentuk foto, video maupun tulisan.

Itulah beberapa kegiatan yang diisi selama pameran berlangsung, dan hari terakhir, yaitu penutupan pameran, Jumat 18 Juni diisi dengan agenda ; Music Perform oleh Mantra, Live Painting/Mural diisi oleh Himawari, Lost Mind, Mahaguna, Ari Kiss, Indra Tattoo, dan Possed to Die, serta Tatto Trade yang diisi oleh Gede Rian, Erik Surya, Agus Wijaya, Nanda Art Tattoo, dan Anggi Ayuning. Tatto Trade kali ini tidak berbayar dengan uang melainkan dibarter dengan sembako.

Selama berlangsungnya acara tentu banyak hal yang didapat, terutama antusias para seniman, dan kawan-kawan yang melibatkan diri ambil andil dalam acara ini. Harapan mulai muncul, semangat membangun koneksi antara yang satu dengan yang lain tentunya mulai terbangun, lalu kemudian bagaimana semangat gotong royong pun tumbuh bersama melalui acara ini.

Kusuma Putra

27 Juni 2021

I NI Ar(t)chive

Adalah ruang pengarsipan bersama yang bersifat partisipatif publik untuk mendokumentasikan narasi-narasi kecil dalam beragam bentuk (media) dari setiap peristiwa sosial-budaya yang terjadi.
Jangan ragu untuk berpartisipasi dalam mengisi dan memperkaya perspektif ruang pengarsipan ini.
tupzz
tupzz