oleh Putu Septa & Sanggar Nata Swara
Penampilan Putu Septa dan Sanggar Nata Swara membawakan komposisi berjutul "Kedok 3" di Wantilan Museum Purbakala "Gedong Arca" BPCB Bali sebagai rangkaian dari Pameran Video Imersif yang berlangsung 29 Nopember s/d 4 Desember 2022 di BPCB Bali.
Visual: Serangga Collective
Organized: RATA (Ruang Asah Tukad Abu)
tukang rekam: Arimbawa @tokek419 //ra
I Ni artchive 2022
#pameranimersif #sanggarnataswara #putusepta #rata #ruangasahtukadabu #iniartchive #iniartchive2022
PM Toh merupakan epitel panggung dari Agus Nur Amal, seorang penutur hikayat (pendongeng) tradisional aceh.
Hari itu PM Toh tampil menceritakan sebuah hikayat tentang tubuh. penampilan beliau merupakan rangkaian dari pameran photograpy Denny Arivin AL bertajuk “These Are The Archives of Life”.
Pertunjukan berlangsung pada
Senin, 12 November 2018
Maha Art Gallery
Jl. Merdeka, Denpasar-Bali.
Hidup adalah restoran yang sangat besar dengan sajian banyak menu. Ada yang bisa memilih menu yang diinginkan. Ada yang memang dipilihkan. Namun ada juga yang tidk punya pilihan.
Maka mari datang. Merasakan tiga menu masa depan yang disajikan oleh tiga perempuan. Sambil menerka-nerka dalam hati, “menu apa yang tersaji untuk saya?”
Pementasan Monolog “Menu Masa Depan”
oleh Komunitas Mahima X Guntur Corner
Jumat, 29 Juni 2018
Jl. Buluh Indah, Denpasar-Bali
Team Produksi:
Pimpro: Desi Nurani
Sutradara: Wulan Saraswati
Naskah: Putri Adityarini & Mirah Aryani
Pemain: Devy Gita, Ernawati & Putri Puspita
Artistik/poster: Virginia H.
Ilustrasi Musik: Akar Narwastu & Candra Puspita
Video Ilustrasi: Dea Chessa & Rina Wijayanti
Publikasi: Candra Puspita & Devy Gita
Logistik: Ernawati & Putri Puspita
Video: //ra
I Ni Ar(t)chive 2021
Tulisan pengantar diambil dari unggahan poster di akun Instagram @komunitasmahima
Blue Is The Colour of Love
DarahRouge dikenal karena teater canggihnya yang mengangkat isu-isu kontemporer seperti pertunjukan “Menjahit Marat Sade” “cooking and Murder” “Bule”, “Transisi” dan pertunjukan terbarunya “Blou is The Colour of Love” yang akan ditampilkan di Bali, Bandung dan Jakarta pada bulan Juni 2018.
Disutradarai oleh seniman pertunjukan dan penyair yang bernama imang susu dan dikembangkan bersaman actor bernama Karensa Dewantoro, “Blue Is The Colour Of Love” adalah dialog yang perlu kita perbincangkan tentang isu-isu budaya pernikahan di Indonesia, dating-app, dan dunia perkencanan.
Ini adalah sebuah pertunjukan yang memadukan cabaret sopan, sirkus dan teater absurd. Mengeksplorasi bagaimana orang-orang melukai diri mereka sendiri, serta cara masyarakat menyakiti orang lain: pernikahan terlalu rumit untuk diterjemahkan dan ditafsirkan oleh masyarakat tersebut.
Cinta itu sangat sederhana, tapi bisa dengan mudah berubah menjadi kebencian. Kita hidup di dunia yang mana tampaknya cinta adalah satu-satunya sumber dari segala bentuk kejahatan.
Ini adalah perjalanan rollercoaster lucu melalui cinta, penolakan dan pengampunan, serta memunculkan pertanyaan tentang arah masyarakat kita.
“Blue Is The Colour Of Love” sebelumya dan untuk pertama kalinya di Universitas Islam 45, Bekasi, pada tanggal 28 April 2018.
Kali ini (itu),pertunjukan “Blue Is The Colour Of Love” akan hadir pada:
selasa, 12 Juni 2018
20.00 wita
Taman Baca Kesiman
Jl. Sedap Malam 234, Denpasar-Bali.
Tulisan pengantar diambil dari unggahan poster di akun Instagram @tamanbacakesiman
"Time Zone" sebuah karya seni pertunjukan (performance art) yang memadukan tari dan visual (video) mapping. Sebuah karya yang dibuat dan dipentaskan secara kolaboratif antara Komang Adi Pranata (dari Komunitas Manubada) berkolaborasi dengan GVNGARIK (visual mapping).
"Time Zene" di pentaskan pada pameran Time Zone Exhibition yang berlangsung pada:
tanggal: 4 Maret 2021
tempat: Ubud, Gianyar-Bali. '
video: //ra.
Dokumentasi penampilan
Dully Wave
( https://www.instagram.com/dullywave/?hl=id )
http://www.spotify.com/sinagagoatama
pada tanggal : 2 Mei 2017
di Tuck & Trap, Kedampang, Badung-bali
Dokumentasi Music 13,
Hari: Jumat 13 Januari 2017
Program oleh: Ruang Asah Tukad Abu (RATA)